Tentang

Wednesday, August 10, 2016

Toko-Toko Buku Bekas di Tangerang Selatan yang Perlu Kamu Datangi

Mengubek-ubek toko buku bekas itu asyik, sebab kita tidak pernah tahu buku apa yang akan kita temukan. Pengalaman blusukan di toko fisik berbeda dengan pengalaman mencari buku di toko daring. Di toko fisik, ada ritual yang kita nikmati: penyibakan deret demi deret atau tumpuk demi tumpuk buku, untuk menemukan buku yang kira-kira sesuai dengan selera kita. Di toko daring, kita mencari suatu buku yang spesifik; artinya, judul buku itu sudah tertentukan sebelumnya. Memang, karakteristik ritual di toko fisik itu bisa saja kita cangkokkan ke ritual di toko daring. Kita tetap bisa merasakan nuansa penyibakan dengan menelusuri satu demi satu koleksi buku di suatu toko daring, kalau mampu bahkan hingga sampai halaman terakhirnya. 

Meski demikian, pengalaman dan kenyataan yang mengemuka dalam proses pencarian buku di toko daring tidak akan lebih nyata daripada pencarian di toko yang betul-betul "nyata". Toko daring memudahkan kita dengan daftar judul buku dan nama pengarang yang sudah tersusun rapi, sementara di toko fisik kita jarang mendapatkan kemudahan itu. Di toko daring, kita tertolong dengan fitur "Pencarian Buku", tinggal masukkan nama pengarang atau judul buku, hasilnya langsung keluar. Tidak demikian dengan toko fisik. Banyak penjaga toko fisik yang tidak hapal buku-buku apa saja yang dijual di tokonya, sehingga ia tak dapat membantu untuk mencarikan buku dengan judul anu yang ditulis oleh pengarang anu. Ujung-ujungnya harus kita sendiri yang aktif mencari. 

Juga, koleksi buku di toko daring biasanya dipajang rapi dengan foto dan deskripsi ringkas, sedang koleksi buku di toko fisik seringkali disusun atau ditumpuk secara asal-asalan. Di beberapa toko fisik malah koleksinya sudah berdebu karena lama tak ada yang menyentuh. Kondisi-kondisi ini membuat pengalaman mencari buku di toko fisik jauh lebih seru daripada di toko daring. Selain hasil temuannya lebih tak terduga, pencarian buku di toko fisik lebih melibatkan gerak tubuh, berbeda dengan pencarian di toko daring yang hanya melibatkan jari dan mata. Bagi saya, pengalaman mengubek-ubek toko fisik terasa lebih utuh; ke-berada-an kita ikut melebur masuk ke dalam buku-buku yang kita sibak.

***

Soal toko-roko buku bekas favorit, saya tidak menjagokan toko-toko di Blok M dan Pasar Senen, karena yang tersisa di sana cuma tinggal buku teks perkuliahan dan buku sastra bajakan. Saya justru hendak merekomendasikan beberapa toko buku bekas favorit di Tangerang Selatan (daerah sekitar rumah saya). Toko-toko ini memiliki koleksi dengan judul buku beragam dan seringkali menjual buku terbitan lama yang sulit dicari di pasaran. Selain itu, toko-toko ini juga membanderol barang jualannya dengan harga yang terjangkau. Berikut adalah toko-toko tersebut.

Pertama, Gerai Anelinda. Letaknya di Jl. Raya Villa Melati Mas, Blok G No. 5, Serpong, Tangerang Selatan.




Selain menjual buku dan komik, tempat ini juga menyediakan jasa titipan kilat (tampaknya mereka lebih mengandalkan penghasilan dari titipan kilat, bukan dari penjualan buku/komik). Di toko ini, koleksi yang selalu diperbarui adalah koleksi komik (cerita silat dan wayang), sedangkan koleksi bukunya cenderung itu-itu saja. Tumpukan buku mereka agak berantakan dan berdebu, tangan harus siap hitam jika ingin berburu buku ke sini. Harga buku-bukunya cukup terjangkau, berkisar dari Rp25.000,00 hingga Rp60.000,00, tergantung ketebalan dan kondisi buku. Beberapa temuan yang saya peroleh dari toko ini adalah:
  • The Curious Incident of the Dog in the Night-time karya Mark Haddon, terbitan David Fickling Books tahun 2010.
  • Penghancuran Gerakan Perempuan dan Lubang Buaya karya Saskia Wieringa. PGP terbitan Garba Budaya dan Kalyanamitra tahun 1999, LB terbitan Metafor Publishing tahun 2003. Keduanya cetakan pertama.
  • Raja dan Kerajaan yang Merdeka di Indonesia, kumpulan esai G.J. Resink, terbitan Djambatan tahun 1987.
KeduaGudang Buku. Letaknya di Kompleks Pertokoan ITC BSD, jaraknya hanya satu blok dari Mall ITC BSD.



Tempatnya luas dan lega. Buku-bukunya disusun rapi berdasarkan kategori-kategori. Koleksi bukunya diperbarui secara rutin, selalu ada buku baru sehingga perlu disambangi berkali-kali. Mereka mempunyai banyak buku filsafat, politik, dan sastra bagus yang sudah jarang ditemui di pasaran. Harga buku-bukunya berkisar antara Rp20.000,00 hingga Rp60.000,00. Beberapa buku yang saya temukan di sini adalah:
  • Para Priyayi karya Umar Kayam, terbitan Grafiti tahun 1992.
  • Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis, terbitan Gramedia tahun 2005.
  • Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang suntingan Pamusuk Eneste, terbitan Gramedia tahun 1982.
Ketiga, terfavorit menurut saya, Terminal Buku. Lokasinya di Pasar Modern BSD.





Tempatnya cuma satu petak toko. Cukup sempit dan sesak oleh tumpukan buku-buku. Koleksi buku di toko ini juga diperbarui secara rutin. Buku-buku di sini dijual dengan sangat murah, mulai dari Rp5.000,00 hingga Rp30.000,00 (buku-buku yang akan saya sebut di bawah, kecuali Nagabumi I, harganya berkisar antara Rp10.000,00 hingga Rp20.000,00 saja). Saya selalu mampir ke toko ini saban mengantar Ibu belanja ke pasar. Buku-buku yang biasanya saya beli adalah buku sastra, sosial-politik, dan pemikiran Islam. Beberapa temuan yang saya peroleh di sini adalah:
  • Nagabumi I karya Seno Gumira Ajidarma, terbitan Gramedia. Saya beli dengan harga cuma Rp30.000,00!
  • Kematian Donny Osmond karya Seno Gumira Ajidarma, terbitan Gramedia tahun 2001.
  • Ziarah karya Iwan Simatupang, terbitan Djambatan tahun 2004.
  • Mimpi-mimpi Einstein (Einstein's Dreams) karya Alan Lightman, terbitan Gramedia tahun 1999.
  • Revolt in Paradise karya K'tut Tantri, terbitan Gramedia tahun 2006.
  • The Catcher in the Rye karya J.D. Salinger, terbitan Banana tahun 2007.
  • Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan karya Nurcholish Madjid, terbitan Mizan tahun 1993.
  • Pergolakan Pemikiran Islam karya Ahmad Wahib, terbitan LP3ES tahun 1981, cetakan pertama.
  • Surat-surat Politik Iwan Simatupang 1964-1966 karya Iwan Simatupang, terbitan LP3ES tahun 1986, cetakan pertama.
(Terakhir kali saya ke toko ini, 9 Agustus 2016, sedang ada stok Mandi Api karya Gde Aryantha Soetama, terbitan Kompas tahun 2006. Kumpulan cerpen ini menang penghargaan Khatulistiwa Literary Award (sekarang bernama Kusala Sastra Khatulistiwa) tahun 2006 untuk kategori prosa. Silakan dikejar sebelum disikat orang lain.)

Selain tiga tempat di atas, sebenarnya masih ada satu lagi tempat di Tangerang Selatan yang dapat dikunjungi untuk mencari buku terbitan lama. Namanya Metro Bookstore di Mall WTC Matahari Serpong. Pada awal 2015, saat toko ini buka pertama kali, koleksi buku terbitan lama mereka masih banyak. Buku-buku itu sekadar ditumpuk saja, tidak disusun rapi berdasarkan kategori atau nama pengarang. Saya pernah mendapatkan Jurnalisme Sastrawi terbitan Pantau tahun 2008 dan ...oh, film karya Misbach Jusa Biran terbitan KPG tahun 2008 di sini. Sekarang, koleksi buku terbitan lama yang mereka jual sudah tidak banyak dan tidak semenarik dulu. Meskipun begitu, mereka masih menjual buku-buku dengan harga diskon, baik terbitan lama maupun terbitan baru.

***

Demikianlah. Kapan-kapan kalau kamu ada rencana ke toko-toko ini, boleh kabari saya. Siapa tahu kita bisa cari buku bareng.

15 comments:

  1. Mantap info nyeh nih., bisa-bisa nih bisa cari buku bareng kite bleh.,

    ReplyDelete
  2. Makasih tulisannya cukup informatif..bikin saya jadi pengen maen ke tangerang berburu buku...

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. yang terminal buku itu posisinya lebih tepatnya dimananya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasar modern bsd. muter2 aja di dalem, ntar juga nemu hehe. dia di bagian timur kalo gak salah.

      Delete
  5. Whoaaaa sounds epic! Mau nanya, buku-buku di masing-masing toko banyakan bahasa Indonesia atau English ya? Thanku

    ReplyDelete
  6. ini bisa jual buku ga ya?saya mau jual buku buku saya

    ReplyDelete
  7. mantap kak. makasih infonya kebetulan saya baru tahun ini kuliah di bintaro dan cari cari toko buku yang murah

    ReplyDelete
  8. mantap kak. makasih infonya kebetulan saya baru tahun ini kuliah di bintaro dan cari cari toko buku yang murah

    ReplyDelete
  9. Kak, yang judul ziarah kira2 masih ada ngga ya di tobuk tempat kk beli?

    ReplyDelete