Tentang

Friday, September 4, 2015

12:37

Ibu melahirkanmu dengan payahsusah. Ayahmu orang baik, ia tak anggap ibumu pelayannya. Kau bukan lahir dari rahim perempuan kaya, benihmu bukan dari laki-laki berada. Namun tak apa. Jangan sedih. Ibu ayahmu tak awam dengan cinta.

Kami sulit mencari nama yang cocok denganmu. Ayahmu datang dengan Bahagia, namun ia sendiri tak sering bahagia. Ibu tampaknya tak begitu setuju. Lalu ibumu usulkan Luka. Ayah menolak. Hidup kita melulu luka memang, ucapnya. Namun bayi ini tak lahir dengan luka, ia sambung. Ibu ayahmu mencari nama lain.

Akhirnya mereka sepakat memberi Harap sebagai namamu. Tak untuk tujuan besar. Kau tak harus jadi berguna untuk nusa dan bangsa, bukan itu harap mereka. Ibu ayahmu hanya punya Harap, agar kau mampu Bahagia dari Luka.

No comments:

Post a Comment