Tentang

Thursday, January 8, 2015

Taklelah


Sungguh sulit menapaki jalan dengan debu menutupi mata. Bawakan aku sebuah obor yang apinya berkobar-kobar bersama gerak waktu. Aku tak bisa tinggalkan jejak; atau aku mungkin menggeser konstelasi di ruang hampa. Namun percayalah, aku selalu tak bisa bicara tentang beban tindakan-tindakan yang menimpa wajahku seperti bekas luka. Aku akan katakan apapun yang kau mau dengar. Ambillah penungguan dari mata yang taklelah ini, ambillah.

Segala yang pernah kuinginkan adalah segala yang tak pernah kulihat; semua yang kutawarkan adalah semua yang tak pernah kudapat. Akan kumainkan peran apapun yang kau butuhkan, sayangku... Ambillah penungguan dari mata yang taklelah ini, ambillah.

Aku tak selalu bisa menolongmu, sayang. Kau tahu aku akan mencoba. Katakan, aku menunggu dari kini hingga kapanpun. Katakan, lidahku takkan berucap. Katakan, aku menetap menjaga di sisimu. Katakan, aku kubur lisanku di legam rambutmu.

*Diterjemahkan dan dimodifikasi dengan serampangan dan seperlunya dari lagu Restless, oleh 40 Watt Sun. Lagu yang cocok menemanimu dalam momen-momen berpikir tengah malam.

(2015)

No comments:

Post a Comment