Tentang

Thursday, December 25, 2014

Berhadapan


seorang perempuan duduk di hadapan
wajahnya berpeluh; sebaris abu menggaris alisnya
ia datang dengan gaun lusuh kusam
dan goresan tanah pada lengannya
jarinya penuh bekas luka; mencengkeram gagang kursi.

aku bingung; apa gerangan ia kesini?
aku menawarkannya minuman
teh? tidak, ia jawab
kopi? tidak, ia jawab
akhirnya aku bawakan saja ia secangkir air hangat,
jari-jarinya gemetaran, kulihat daritadi.