Tentang

Sunday, March 2, 2014

Kegelisahan datang kepada saya


saya sedang memberi minum Kegelisahan yang baru saja datang ke hadapan,
Kegelisahan itu sangat kehausan dan tubuhnya begitu kering.
hari ini telah banyak orang ia kunjungi
namun tak seorangpun berhasil ia buat gelisah.

pagi tadi ia berkunjung dan menebar kegelisahan di jalan-jalan besar di tengah ibukota;
tak ada yang gelisah.

lalu ia berkunjung ke kafe-kafe mewah nan megah di selatan ibukota;
tak ada yang gelisah.

terakhir ia berkunjung ke sebuah kampus terbaik di tepian ibukota;
sedikit saja yang gelisah.

tersandung dan putus asa, ia pulang ke rumahnya di kolong-kolong jalan layang dan kampung-kampung busuk ibukota;
kegelisahan melanda Kegelisahan.

begitulah akhirnya, Kegelisan berjalan terseok-seok dan berhenti di hadapan saya.
saya masih menyirami Kegelisahan agar bayangannya makin gelap dan tatapannya makin sayu.

kemudian saya tersadar,
...saya sedang memberi minum diri saya sendiri.


- pukul 10.30 malam, saya rindu menjadi gelisah.

*gambar diambil dari http://developmentdiaries.com/wp-content/uploads/2013/06/Endemic-poverty.jpg

No comments:

Post a Comment