Tentang

Wednesday, May 1, 2013

bulan sabit : perpisahan


bulan sabit mengayun di kubah malam yang berembun
helaan ayun itu pelan-pelan menggaris sebentuk senyum
senyum kecil namun tak habis-habis hingga malam tiris.

bulan sabit kemudian mengendap di lengkungan
ia merindukan sisa tubuhnya yang belum penuh
bulan sabit memang mudah dilupakan
jika dibandingkan dengan kakaknya, si bulan penuh.

di pucuk malam, ia merenung
kemudian goyah menggelinding ke bawah.

di ujung malam, ia berbaris tegap
lalu menyisihkan napas paginya yang gerah.

di pelataran pagi
bulan sabit mengayuh malam menuju subuh.

*gambar diambil dari http://farm1.staticflickr.com/5/4585883_65d08ee9a0.jpg

No comments:

Post a Comment