Tentang

Sunday, February 10, 2013

lelaki renta dan kerentaannya.


I
bersamaan dengan kelu di lidahnya, ia mulai mengucap racau.
berputar semisal kelebat abu dalam labirin yang redup sengau.
orang renta di ujung umur ini lalu mengumpat pada senyumnya.
senyuman yang pasti membuat kau ragu dalam pengartiannya.

II
tanpa peringatan ia tiba tiba meludah darah, merah darah.
tumitnya gamang, seakan tumpuannya melemah remang.
lalu kau melihatnya mulai berdiri susah payah, lemah.
satu, dua, tiga. dan ia jatuh ke tanah. rebah dan kalah.

III
tanah kering itu jadi teduh.
pak tua tersengguk dalam alir tangisnya,
alir yang memanggilnya jauh ke masa ketika ia
belum lemah,
belum rebah,
belum kalah. 



*gambar diambil dari http://fc09.deviantart.net/fs70/f/2012/089/a/1/a127d70a0df5f650baff0a8346d5d679-d4uf0sr.jpg

No comments:

Post a Comment