Tentang

Wednesday, December 26, 2012

mungkin mimpi sudah kehilangan nyawanya, ya?

sepertinya ada banyak hal yang bisa ku ceritakan padamu, tapi entah mengapa, realita dengan percikan momen-momen ajaibnya telah banyak menyuruhku untuk terdiam beberapa waktu ini. ada segenggam pengharapan disana. pengharapan, karena mungkin kata-kata "mimpi" telah menjadi suatu kata yang klise dan kurang bernyawa buatmu. ya begitulah, "mimpi" terlalu sering jadi destinasi yang kau harapkan untuk berhasil sampai disana, tapi kakimu tetap diam saja mengakar dengan tanah. ya sudah, "mimpi" itu akhirnya menghentikan lajunya sendiri, dan berlutut di depan nisan yang kau ukir namamu sendiri di sana. hanya berhenti sampai disitu.

kapan terakhir kali kau melakukan sesuatu untuk pertama kalinya? atau, kalau aku masih boleh bertanya, kapan kau terakhir kali tenggelam dalam kebingungan yang tiba tiba kau ciptakan sendiri?



jujur saja, perjalanan cukup membuatku lelah. ada kalanya ketika jalan setapak yang kau tempuh terus saja menanjak dan tak memberimu jeda untuk mengambil nafas sekalipun. tapi, satu hal yang sangat aku percaya, pencapaian dan kepuasan sudah sepatutnya diraih dengan perjalanan yang tidak datar datar saja. bahkan, di tengah peluh dan keramnya kaki yang menopang tubuhmu, masih saja bisa kau temukan pertolongan atau kemudahan yang entah datang darimana.

kalau frasa "mengejar mimpi" telah menjadi frasa yang begitu pasaran dan kosong maknanya, mungkin ada baik nya beberapa mimpi kau simpan saja dulu di pikiranmu, sampai nanti ketika semesta mengijinkan barulah kau kejar ia sampai habis waktumu.

pada beberapa kesempatan, ada kalanya keadaan sebegitu kuatnya memaksamu untuk berhenti dari usaha-usaha mu. mungkin di saat saat seperti inilah, kemauan dan determinasi mu diuji oleh tuhan. ketika keadaan habis habisan memaksamu, mau tidak mau harus kau lawan habis-habisan juga si keadaan itu. bukan mimpi namanya kalo di hadang sekali terus kau mundur tanpa berarti.

ah sudahlah, lupakan saja. tulisan yang kutulis ini sama sekali bukan glorifikasi akan usaha mengejar cita-cita kok. siapa aku untuk menghakimi dan mengadili mimpi-mimpi orang lain?

mimpi memang seharusnya kau kuatkan bangunannya dalam pikiranmu, hingga tiba saatnya bangunan itu tinggal kau manifestasikan dalam alam nyata. mimpi memang seharusnya menjadi pencapaian-pencapaian pribadi tiap orang yang tidak perlu kau banding-bandingkan antara yang satu dan lainnya.

ketika kau menanyakan "apa yang sudah dan mau kau capai dalam hidupmu?" kepada seseorang, dan orang itu seketika berbinar-binar matanya dan antusias bicaranya, mungkin disana mimpi-mimpi mewujud nyata dalam bentuk yang sebenar-benarnya.


*gambar diambil dari http://i1.trekearth.com/photos/8879/middletoncmtreesil.jpg

No comments:

Post a Comment