Tentang

Thursday, September 6, 2012

ke-tidak direncanakan-an

matahari masih bersinar malu malu di luar sana, sedangkan disini kita masih terpekur khusyuk di depan monitor laptop. menggerakkan jari dan menggelindingkan tatapan, belum tentu mencari. sebab seperti yang kita ketahui, otak dan jari memiliki pikirannya sendiri ketika berhadapan dengan internet dan browser. berapa banyak dari kita yang secara random membuka browser untuk kemudian tidak sadar telah menghabiskan waktu berjam jam untuk hal yang tidak dicari dan tidak direncanakan untuk dicari?



mungkin memang spontanitas adalah nilai alami yang sudah dan terus ada sepanjang hidup kita. sama seperti analogi "internet dan ke-tidak direncanakan-an" tadi, agaknya hidup juga beralur demikian sama. kita hanya terus bangun, makan, berinteraksi dengan tuhan, lalu akhirnya pada ujung malam kita kembali lelah dan tidur. begitu terus berlanjut siklus ini, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun hingga akhirnya siklus ini harus terhenti karena tidur yang tidak kunjung terbangunkan.

lalu, lebih sempit dari gambaran besar mengenai kehidupan tadi, bahkan sehari hari kita juga banyak berhadapan dengan hal yang tidak pernah terprediksi sebelumnya. kita hanya terus terpana, belum tentu terpesona, dengan realita realita yang datang tak kunjung henti, lengkap dengan kejutan kejutan minor nya yang kerap membuat kita menyeringai. pada akhirnya, hidup sudah dan akan terus menjadi fragmen fragmen kecil tentang perubahan perubahan yang (belum tentu) kecil, dan kita sebagai subjek yang beridir di dalamnya, akan terus berandai andai tentang apa yang akan datang dan bertanya tanya tentang apa yang sudah terjadi.




No comments:

Post a Comment