Tentang

Wednesday, December 26, 2012

mungkin mimpi sudah kehilangan nyawanya, ya?

sepertinya ada banyak hal yang bisa ku ceritakan padamu, tapi entah mengapa, realita dengan percikan momen-momen ajaibnya telah banyak menyuruhku untuk terdiam beberapa waktu ini. ada segenggam pengharapan disana. pengharapan, karena mungkin kata-kata "mimpi" telah menjadi suatu kata yang klise dan kurang bernyawa buatmu. ya begitulah, "mimpi" terlalu sering jadi destinasi yang kau harapkan untuk berhasil sampai disana, tapi kakimu tetap diam saja mengakar dengan tanah. ya sudah, "mimpi" itu akhirnya menghentikan lajunya sendiri, dan berlutut di depan nisan yang kau ukir namamu sendiri di sana. hanya berhenti sampai disitu.

kapan terakhir kali kau melakukan sesuatu untuk pertama kalinya? atau, kalau aku masih boleh bertanya, kapan kau terakhir kali tenggelam dalam kebingungan yang tiba tiba kau ciptakan sendiri?

Friday, December 21, 2012

dalam relung-relung senyap pemberhentian.

deru masih terburu-buru menghembuskan nafasnya
teduh yang dari tadi ku naungi sekarang mulai pergi
mengapa henti? mengapa pergi?
ada satu-dua fragmen yang mungkin pernah mengamati disini
tidak begitu beda dari sebungkam ketenangan yang kau temukan dalam kericuhan
dan setitik simpati dan pengorbanan yang tiba tiba lahir dari kesengitan sebuah benci
atau, sekelebat tanya yang tak pernah mau kau pikirkan, kemudian bertanya dengan sendirinya
keheningan dan mega-mega kelembutan yang tak kunjung kau kejar dalam pencarian
atau malah sayup-sayup suara yang menyerukan namamu di balik kabut yang terdiam menunggu
kekecewaan yang berusaha kau redam dengan membekukannya hingga buram
dan wajah-wajah muram yang kau temui dalam relung-relung senyap pemberhentian
tanpa perlu kau ingatkan pun, aku akan terus mengingatnya.



*gambar diambil dari http://i1.trekearth.com/photos/98648/dusk_bats.jpg

Friday, December 7, 2012

emang, segitunya ya?

Sudah jam 12.19 pagi. Baru saja balik ke kosan dari acara diskusi tentang korupsi di FISIP, yang salah satu pengisi acaranya adalah Sujiwo Tejo. Di acara diskusi ini, Sujiwo selain menjadi pembicara tapi juga mendalang dengan lakon tentang korupsi.

Dari semua babak wayang, saya masih kepikiran tentang satu babak yang ceritanya tentang obrolan dua orang tokoh wayang, dua orang laki laki. Laki-laki yang satu jadi bos proyek dan yang satunya lagi jadi bawahannya. Ceritanya dua orang ini mau korupsi dana pembangunan suatu jembatan, dengan celah ngakal-ngakalin material buat ngebangun jembatannya.

Ada beberapa line pembicaraan yang masih ngebekas di pikiran saya sampe sekarang. Di babak ini, si wayang satu - bos proyek - ngehasut wayang yang satunya - bawahan bos proyek - buat ngikutin rencana dia buat korupsi. Nah, si bawahan ini pada awalnya menolak ajakan si bos proyek dengan dalih ahw ayang bakal mereka lakuin itu perbuatan korupsi, perbuatan yang haram dilakukan karena merugikan orang banyak.

Monday, November 26, 2012

"...tidak mau mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri..."

"Suamimu adalah jantan dan laki-laki pemberani. Ia bertanggung jawab atas semua tindakannya, tidak mau mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri, sikap jantan ini sangat saya hormati.
Diucapkan oleh Westerling kepada Andi Soji Petta Kanjenne, tentang suaminya, Andi Abdullah Bau Massepe. Ia adalah seorang letnan jenderal panglima TRI Divisi Hasanuddin yang wafat ditembak oleh pasukan Westerling.

Tuesday, November 20, 2012

(re)definisi rumah.


debu kelu, terik tercarik dan hujan dengan kejumawaannya yang maha.
langkah gamang memapar asap yang masih saja menantang garang.

aku
belum
mau
pulang.

koridor gelap di sudut lantai bawah, dengan tembok pembatas di hadapan
di dalam kamar, bebukuan dan peralatan semua perabotan
berhambur, membentuk harmoni nya sendiri

apa
aku
sudah
di rumah? 


*gambar diambil dari http://s3.amazonaws.com/hypertextopia/public/uploads/6724/dark_room.jpg

Wednesday, November 7, 2012

...to the deaf serenity.

---------
Eyes wide awake
Crawl through blinds night has taken
Calls of cheerful sadness we clap and win
All the cherished pains we endure then lose
Collect all ashes we once burn and leave
Within all merciful weeps that shed

Blackless shadow colors the ground
Jaded eyes and the tiredness once knew
Gazeful incapability we hardly erase
Cold avalanches and silent storms

Embrace all worries we made ourselves
Glint upon mellow fragility we try to keep
Withered self-confidence approaches soft-bleakness
Eye's pulses dim silently to the deaf serenity.

-written for Cold Becoming's lyrics, still untitled and havent done the song yet.


*gambar diambil dari http://i1.trekearth.com/photos/50362/dawn.jpg

Thursday, September 6, 2012

ke-tidak direncanakan-an

matahari masih bersinar malu malu di luar sana, sedangkan disini kita masih terpekur khusyuk di depan monitor laptop. menggerakkan jari dan menggelindingkan tatapan, belum tentu mencari. sebab seperti yang kita ketahui, otak dan jari memiliki pikirannya sendiri ketika berhadapan dengan internet dan browser. berapa banyak dari kita yang secara random membuka browser untuk kemudian tidak sadar telah menghabiskan waktu berjam jam untuk hal yang tidak dicari dan tidak direncanakan untuk dicari?